Senin, 30 Juli 2012

Perang Franco-Prussian 1870-1871: Petaka Perancis Akibat Kecerobohan serta Ketidaksiapan Napoleon III dan Pasukannya

Pada tahun 1870-an terjadi perubahan yang cukup besar di daerah Eropa daratan yaitu perubahan Balance of Power pada kawasan tersebut. Selain itu, muncul sebuah kerajaan baru yang sebelumnya terdiri dari beberapa state atau kerajaan kecil yang bergabung menjadi sebuah kekuatan baru di Eropa. Kedua hal tersebut bermula dari sebuah perang yaitu Perang Franco-Prussian (1870-1871) yang hasil akhir dari perang ini telah mengubah dan membuka lembaran baru sejarah Eropa. Kenapa disebut seperti itu? Karena kekalahan Perancis terhadap Prussia dalam perang ini telah mengakhiri hegemoni Perancis di Eropa dan juga telah membuat unifikasi German Empire yang bertransformasi menjadi salah satu kekuatan terbesar di Eropa.
 
Latar belakang terjadinya perang ini ada 2 poin. Pertama adalah faktor domestic dari kedua pihak. Pihak Prusia yang diwakili oleh Otto van Bismarck, yang merupakan kanselir Prussia, mempunyai tujuan untuk mempersatukan kerajaan-kerajaan berbahasa Jerman menjadi satu kerajaan/kekaisaran besar. Bismarck yakin bahwa sebuah perang patriotik melawan Perancis bisa menimbulkan nasionalisme sehingga bisa tercipta persatuan yang dicita-citakannya. Akan tetapi, Bismarck tidak bisa begitu saja menyerang Perancis atau meminta Kaisar William I (Raja Prussia) mendeklarasikan perang tanpa ada alasan yang jelas. Dengan demikian, ia menunggu waktu yang pas sambil menunggu kesempatan itu datang. Di lain pihak, Perancis yang dipimpin oleh Napoleon III dalam pemerintahan Kekaisaran Perancis Kedua merasa perlu ada suatu tindakan dimana ia bisa menunjukan bahwa Perancis masih merupakan kekuatan hegemoni di Eropa  daratan.
 
Poin kedua dan paling jelas terlihat adalah karena isu pencalonan Pangeran Leopold sebagai raja di Spanyol yang membuat Prancis dan rajanya yaitu Napoleon III menjadi geram. Semenjak terjadinya revolusi di Spanyol yang menurunkan Isabella II pada tahun 1868, takhta Kerajaan Spanyol kosong dan pada awal tahun 1870 dewan di kerajaan Spanyol memberikan penawaran kehormatan kepada Pangeran Leopold untuk menjadi Rajanya. Pangeran Leopold sendiri merupakan keponakan dari Raja Prussia yaitu Raja William I.
 
Hal ini telah membuat Perancis menjadi gerah karena jika Takhta Kerajaan Spanyol jatuh pada Leopold yang merupakan masih orang Prusia (salah satu musuh besar Prancis) maka kepemimpinannya akan terpengaruh oleh bisikan Kerajaan Prusia. Oleh karena itu, Perancis takut wilayahnya akan diserang dari kedua sisi yaitu sisi timur oleh Prusia dan sisi selatan oleh Spanyol. Selain itu, Napoleon III juga geram karena pencalonan Leopold tersebut tidak mengindahkan aturan-aturan diplomatik eropa dimana harus ada saling komunikasi dan Perancis merasa tidak dilibatkan dalam komunikasi tersebut sehingga Perancis khawatir ada maksud tersembunyi. 
 
Atas tekanan Perancis, Prussia memilih untuk mundur. Reaksi dari Leopolod dan Kaisar William I pun mengindikasikan bahwa mereka menolak tawaran takhta Spanyol tersebut. Perancis menganggap ini sebagai keberhasilan dan mengirimkan utusannya yaitu Ems Dispatch ke Prussia dalam rangka memastikan tidak ada satupun Pangeran Prussia yang mencoba naik takhta ke Kerajaan Spanyol. Kaisar William I mengirimkan suatu telegram. Akan tetapi, hal ini dimanfaatkan oleh Otto van Bismarck yang memanipulasi isi telegram tersebut menjadi lebih kasar dan merendahkan Perancis.
 
Ia kemudian mengirimkan telegram hasil manipulasinya kesebuah surat kabar di Perancis. Napoleon III dan rakyat Perancis membaca kabar tersebut kemudian menjadi geram dan marah karena merasa dilecehkan oleh Prusia. Dalam jangka waktu enam hari berikutnya, akhirnya Perancis mendeklarasikan perang terhadap Prusia.Dari kedua poin diatas mengenai latar belakang terjadinya Perang Franco Prussian, dapat dilihat sebenarnya kedua pihak sama-sama mempunyai intensi untuk menyerang satu sama lain, tentunya dengan alasan yang berbeda. Akan tetapi Prusia tampaknya bisa mengambil kesempatan sehingga ia tidak perlu dipihak yang bertanggung jawab atas asal muasal terjadinya perang tersebut karena Perancis lah yang pada akhirnya menyatakan perang. Napoleon III mendeklarasikan perang kepada Prusia pada 19 Juli 1870 dikarenakan penasihat militernya mengatakan bahwa pasukan militer Perancis bisa mengalahkan Prusia dan kemenangan seperti itu bisa memperbaiki penurunan popularitasnya di Perancis.
 

0 komentar:

Poskan Komentar